. .

Dari Hati, Menuju Hati, Mencari Redha Ilahi...

28 Mac 2010

Sharing Is Caring III

. 28 Mac 2010

Bentuk peribadi Muslim dalam beradab makan dan minum

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Setiap hamba Allah perlu makan dan minum untuk keperluan kesehatan badan. Tubuh yang sehat menandakan bahwa seseorang itu tahu menjaga keseimbangan yang diperlukan oleh keseluruhan anggota badan.
Dalam ajaran Islam juga menitikberatkan soal penjagaan kesehatan badan, oleh karena itulah Islam menitikberatkan supaya pengambilan makanan dan minuman mestilah yang halal untuk membuat diri seseorang terjamin bersih dan selamat dari gejala penyakit dan perbagai masalah.

Islam juga melarang penganutnya untuk memakan rezki secara begitu saja, tetapi juga disarankan untuk mencari rezki yang halal dan baik.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 88 :

"
Dan makanlah dari rejeki yang telah diberikan Allah kepada kamu, yaitu yang halal lagi baik, dan bertaqwalah kepada Allah yang kepada-Nya saja kamu beriman."

Rasulullah S.A.W. bersabda : "
Sesungguhnya yang HALAL itu jelas dan yang HARAM itu jelas. Diantara keduanya ada perkara yang SYUBHAT yang kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barang siapa yang menjaga dari yang syubhat, berarti dia telah menjaga din dan kehormatannya, dan barang siapa yang terjerumus dalam syubhat berarti dia terjerumus kepada yang haram. Sebagaimana seorang pengembala yang mengembala di sekitar larangan, maka lambat lau akan masuk kedalamnya. Ketahuilah bahwa setiap pemerintah memiliki daerah larangan. Adapun daerah larangan Allah adalah apa yang diharamkan-Nya." (HR.Bukhari & Muslim)


Dalam soal makanan Islam juga mengatur/norma-norma tentang makan dan minum.


1. Berupaya untuk mencari makanan yang halal.

Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu." (Al-Baqarah: 172)

" Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah." (An-Nahl: 114)



2. Hendaklah makan dan minun yang dilakukan diniatkan untuk beribadah kepada Allah, agar mendapat pahala dari makan dan minum itu.


Adab Makan dan Minum :

1. Mencuci tangan sebelum makan dan setelah makan.



2. Memulai makan dan minum dengan membaca Bismillah (atau doa makan) dan diakhiri dengan Alhamdulillah (atau doa sesudah makan).

Sabda Rasulullah SAW: "apabila seorang diantara kamu makan, hendaklah menyebut nama Allah SWT dan jika lupa menyebut nama Allah SWT pada awalnya maka hendaklah mengatakan : Bismillahi awwalihi wa akhirihi." (HR Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani)


Adapun mengakhirinya dengan Hamdalah, karena Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah sangat meridhai seorang hamba yang apabila telah makan suatu makanan ia memuji-Nya dan apabila minum minuman ia pun memuji-Nya." (HR. Muslim)


3. Puas dan rela dengan makanan dan minuman yang ada, jangan sekali-kali mencelanya.

Abu Hurairah r.a.dalam hadistnya : "Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah mencela makanan. Apabila suka sesuatu ia makan dan jika tidak, maka ia tinggalkan." (Muttafaq'alaih)



4. Makan dengan tangan kanan di mulai dari apa yang ada didepanmu.

Rasulullah bersabda kepada Uman bin Salaman: "Wahai anak, sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang didepanmu." (Muttafaq'alaih)



5. Jangan makan sambil bersandar atau dalam keadaan menyungkur
.
Rasulullah SAW bersabda: "Aku tidak makan sedangkan aku menyandar." (HR. Al-Bukhari)
Dan didalam hadistnya, Ibnu Umar r.a.: "Rasulullah SAW telah melarang dua tempat makan, yaitu duduk di meja tempat minum khamar dan makan sambir menyungkur." (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Al-Albani)


6. Tidak makan dan minum dengan menggunakan bejana terbuat dari emas dan perak.

Didalam hadist Hudzaifah r.a. dinyatakan bahwa nabi SAW telah bersabda : "...dan janganlah kamu minum dengan menggunakan bejana terbuat dari emas dan perak, dan jangan pula kamu makan dengan piring yang terbuat darinya, karena keduanya untuk mereka (orang
kafir) didunia dan untuk kita di akhirat kelak." (Muttafaq'alaih).


7. Disunatkan makan dengan tiga jari dan menjilati jari-jari itu sesudahnya.
Diriwayatkan dari Ka'ab bin Malik dari ayahnya, ia menuturkan : "Adalah Rasulullah SAW makan dengan tiga jari dan ia menjilatinya sebelum mengelapnya." (HR. Muslim)



8.Disunatkan mengambil makanan yang terjatuh dan membuang bagian yang kotor darinya lalu memakannya.

Rasulullah SAW bersabda : "Apabila suapan makan seorang kamu jatuh hendaklah ia mengambilnya dan membuang yang kotor, lalu makanlah ia dan jangan membiarkannya untuk syetan." (HR. Muslim)


9. Tidak meniup makanan yang masih panas atau bernafas disaat minum.
Hadist Ibnu Abbas menuturkan: "Bahwa nabi SAW melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya." (HR. At-Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)


10. Tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum.
Karena Rasulullah SAW bersabda: "Tiada tempat yang lebih buruk yang dipenuhi oleh seseorang daripada perutnya, cukuplah bagi seseorang beberapa suap saja untuk menegakkan tulang punggungnya, jikapun terpaksa, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk bernafas." (HR. Ahmad dishahihkan oleh Al-Albani)


11. Tidak memulai makan dan minum, bila didalam majlis ada orang yang lebih berhak memulai karena ia lebih tua.



12. Jangan minum langsung dari bibir bejana
,
berdasarkan hadist Ibnu Abbas beliau berkata : " Nabi SAW melarang minum dari bibir bejana wadah air." (HR. Al-Bukhari) Disunatkan minum sambil duduk, kecuali jika udzur atau tidak ada tempat untuk duduk. Karena didalam hadist Anas disebutkan : "Bahwa sesungguhnya Nabi SAW melarang minum sambil berdiri." (HR. Muslim)

Dari uraian diatas semoga kita bisa menjadi hamba Allah yang selalu mematuhi segala perintah-Nya, dan bisa mengikuti perbuatan dari rasul tercinta Muhammad SAW.
:)

Wallahu'alam bishowab


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

0 komen: